








Lepaskan diri dari hiruk pikuk dan kunjungi dua sudut paling tenang di Belanda—Zaanse Schans dan Giethoorn. Masing-masing menawarkan sisi berbeda dari pedesaan Belanda, yang kaya akan pesona, karakter, dan sejarah.
Zaanse Schans memberi Anda sekilas pandang tentang Belanda pada abad ke-18, dengan kincir angin dan bengkel kerajinan yang masih berfungsi. Giethoorn, dengan kanal-kanal tenangnya dan rumah-rumah beratap jerami, terasa seperti desa dalam cerita dongeng yang mengapung di atas air.
Tur pribadi ini menghadirkan yang terbaik dari keduanya.
Zaanse Schans terletak di sebelah utara Amsterdam. Ini adalah gambaran Belanda tempo dulu, yang dibangun di sepanjang tepi Sungai Zaan. Desa ini dulunya merupakan jantung industri Belanda, dan banyak kincir angin di sini masih berputar seperti ratusan tahun yang lalu.
Berjalanlah di antara rumah-rumah kayu yang dicat hijau lembut. Intip ke dalam kincir angin yang digunakan untuk menggiling rempah-rempah atau memotong kayu. Saksikan para pengrajin mengukir sepatu kayu secara manual. Hirup aroma keju segar yang sedang diproses di peternakan tradisional.
Tempat ini bukan hanya untuk dilihat—tetapi untuk dipelajari dan dicicipi. Setiap langkah membawa Anda lebih dekat dengan kehidupan yang dijalani keluarga-keluarga Belanda berabad-abad lalu.
Mulailah dengan tur kincir angin. Masuklah ke dalam dan rasakan kekuatan angin yang menggerakkan baling-baling raksasa. Dari atas, Anda akan disuguhi pemandangan luas tanah Belanda yang datar membentang ke segala arah.
Kunjungi bengkel sepatu kayu dan lihat bagaimana sepatu ikonik ini dibuat. Cicipi keju Gouda yang lembut dan Edam yang tajam di peternakan keju. Jelajahi museum-museum yang dipenuhi alat-alat antik dan kisah perdagangan yang penuh warna.
Untuk suasana yang lebih santai, sewa sepeda atau berjalan kaki di jalur-jalur tenang di antara rumah-rumah. Ini cara yang damai untuk menikmati aroma rumput dan air sungai, serta suara khas sepatu kayu yang beradu di jalan berbatu.
Sekarang beralihlah ke Giethoorn, sebuah tempat tanpa jalan—hanya kanal-kanal sempit, jalur pejalan kaki, dan sesekali suara lembut dari mesin perahu.
Orang-orang menyebutnya Venesia-nya Belanda, tapi sebutan itu belum sepenuhnya menggambarkan keindahannya. Giethoorn lebih tenang, lebih terbuka, dan dikelilingi oleh hamparan air dan kehijauan.
Di sini, penduduk setempat bepergian dengan perahu dan berjalan kaki. Rumah-rumah beratap jerami berjajar di sepanjang kanal, dihubungkan oleh jembatan kayu dan jalur taman. Segalanya berjalan perlahan. Dan memang itulah tujuannya.
Naiklah ke dalam perahu senyap—kecil, elektrik, dan tanpa suara. Meluncurlah melewati tepian yang dipenuhi ilalang dan di bawah jembatan rendah. Tanpa lalu lintas dan kebisingan, satu-satunya yang terdengar hanyalah percikan lembut air dan kicauan burung di pepohonan.
Anda juga bisa menjelajah dengan berjalan kaki. Setiap sudut menyimpan momen yang layak diabadikan: bebek yang berenang pelan, atap rumah yang dipenuhi tanaman rambat, bunga-bunga di setiap jendela. Berhentilah sejenak di kafe-kafe kecil di sepanjang jalan. Cobalah poffertjes, panekuk mini khas Belanda yang ditaburi gula halus, atau semangkuk sup kacang polong hangat di hari yang dingin.
Bagi Anda yang penasaran dengan sejarah daerah ini, museum-museum kecil di Giethoorn menjelaskan bagaimana desa ini dibangun di atas lahan gambut dan mengapa tampilannya bisa seperti sekarang.
Kedua tempat ini sama-sama damai, namun dengan cara yang sangat berbeda. Zaanse Schans menceritakan kisah tentang kerja—kincir angin yang berputar, alat-alat yang membentuk, tangan-tangan yang mencipta. Tempat ini dibangun di atas gerakan dan keterampilan.
Giethoorn lebih lambat. Ini adalah tempat untuk mengapung, mengamati, dan menghirup udara dalam-dalam. Tak ada deru mesin. Tak ada keramaian yang tergesa-gesa. Hanya air, langit, dan ketenangan.
Bersama-sama, keduanya menunjukkan dua sisi pedesaan Belanda. Yang satu penuh dengan aktivitas. Yang satu penuh dengan ketenangan. Namun keduanya memiliki kecintaan yang mendalam terhadap alam, tradisi, dan keindahan.
Gunakan sepatu berjalan yang nyaman. Kenakan pakaian sesuai cuaca—di sini cuaca bisa berubah dengan cepat. Bawa kamera dengan ruang penyimpanan yang cukup. Anda pasti akan menggunakannya.
Mulailah lebih awal untuk menghindari keramaian, dan nikmatilah waktu Anda. Jangan terburu-buru. Tempat-tempat ini tidak dibangun untuk kecepatan. Mereka diciptakan untuk dinikmati perlahan.
Cicipi camilan lokal. Ajukan pertanyaan di bengkel kerajinan. Lambaikan tangan kepada orang-orang dari perahu. Dan yang terpenting, lihatlah sekeliling Anda.
Tur pribadi ke Zaanse Schans dan Giethoorn ini adalah kesempatan langka untuk melambat sejenak dan melihat Belanda sebagaimana mestinya—dengan cara yang tenang dan penuh makna.
Kunjungi kincir angin bersejarah di Zaanse Schans
Penjemputan dan pengantaran di akomodasi Anda di Amsterdam
Kami benar-benar menikmati waktu kami dan sangat menyukai pengalaman ini. Pemandunya luar biasa—ramah, sabar, dan membuat segalanya terasa mudah dan menyenangkan.
| Maks. 10 jam | Hingga 8 PAX |
| Maks. 10 jam | Hingga 8 PAX |
| 8 hingga 9 jam | Sepanjang tahun |
| Dari | € 675 / Grup |
| Maks. PAX/ Grup | 8 |
| Waktu Mulai | 08:30 am |
| Durasi | Maks. 10 jam |
| Keuntungan | Lewati antrean |
| Pemandu | Pemandu tur langsung |
| Pembatalan gratis | Hingga 24 jam sebelum pengalaman dimulai (waktu setempat) |
